1.567,5 Hektar Sawah di Metro Dilarang Dialihgungsikan

0
METRO – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menyebut ribuan hektar lahan pertanian masuk dalam lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).
Karena itu DKP3 mengingatkan masyarakat untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian tersebut.
Demikian disampaikan Kepala DKP3 Kota Metro Hery Wiratno, Selasa (16/1/2024). Ia menjelaskan, dari luas di Kota Metro sebanyak 1.567,5 hektare sawah masuk dalam LP2B.
“Nah ini telah ditetapkan sesuai dengan Perda Kota Metro No 21 Tahun 2016 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Untuk saat ini kita sudah dikuatkan dengan  Perwali untuk zonasi LP2B,” jelasnya.
Heri mengemukakan bahwa daerah kawasan LP2B tersebut terbagi di seluruh wilayah kecamatan di Kota Metro.
Diantaranya Kecamatan Metro Pusat seluas 10,23 hektar, Metro Utara 598,73 hektar, Metro Barat 213,77 hektar, Metro Selatan 555,04 hektar dan Metro Timur 189,81 hektar.
“Iya ada dua kecamatan yang terluas, yakni Metro Utara seluas 598,73 hektar dan Metro Selatan seluas 555,04 hektar. Dua wilayah ini paling luas sawahnya dan menjadi pusat daerah untuk ketahanan pangan sekota Metro,” ungkapnya.
Menurutnya, penetapan LP2B tersebut dilakukan untuk mendorong produksi petani di Kota Metro dengan melindungi lahan sawah yang masih produktif.
“Ini tidak boleh dialihfungsikan. Tetapi, ketika mendesak untuk kepentingan Negara maupun umum seperti bencana alam diperbolehkan,” ujarnya.
Meski demikian pemerintah wajib mengganti lahan yang dialihfungsikan tersebut.
“Untuk luas lahan di Metro mencapai 2.948 hektar dan luas lahan LP2B sendiri seluas 1567,5 hektar yang bisa ditanami. Untuk produktivitas pertanian itu per hektar yang mencapai 6 sampai 7 ton per hektare,” tukasnya.(Why)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.