JCH Metro Gagal Berangkat

Metro–Jejak-berita.com–Ratusan calon jemaah haji (JCH) Kota Metro dipastikan gagal berangkat ke tanah suci Mekah. Itu menyusul keputusahan pemerintah pusat tidak memberangkat jemaah haji tahun ini.

Keputusan tersebut disampaikan  Menteri Agama Fachrul Razi.”Jadi tahun ini tidak ada pemberangkatan jemaah haji bagi seluruh warga negara Indonesia,” kata Fachrul saat jumpa pers di Jakarta, Selasa 2 Juni 2020.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Metro Nuriyana mengatakan, jumlah JCH Kota Metro yang gagal berangkat ke tanah suci Mekah tahun ini mencapai 384 orang.

“Ada sekitar 384 orang calon jemaah haji yang sudah melunasi pembiayaan untuk keberangkatan tahun ini. Namun, karena masih pandemi covid-19, ditunda dan dijadwalkan tahun 2021 mendatang,” kata dia.

Saat ini, Kemenag Kota Metro sedang menunggu surat resmi pemberitahuan perihal pembatalan keberangkatan JCH  dari Kanwil Provinsi Lampung.

“Suratnya masih proses di kanwil. Insyaallah, Jumat kami juga menginformasikan pada para JCH terkait penundaan keberangkatan ini,” terangnya. 

Menurut dia, para JCH tersebut telah menjalankan serangkaian persyaratan untuk menunaikan ibadah haji.

“Intinya JCH kita (Kota Metro) sudah siap berangkat. Mereka sudah melunasi biaya administrasi, sudah cek kesehatan juga,” ujarnya.

Terkait besaran biaya ibadah haji tahun ini, menurut dia, tidak mengalami perubahan, seperti tahun lalu sekitar Rp35 juta.

Dia melanjutkan, proses dan tahapan pemberangkatan JCH  akan diberikan pembinaan berupa manasik (bimbingan tata cara ibadah) haji, termasuk cek kondisi kesehatan.

“Sebelum berangkat, para JCH akan mengikuti tahapan manasik sebanyak sepuluh kali. Dua kali diselenggarakan Kemenag dan delapan kali diselenggarakan KUA (Kantor Urusan Agama),” terangnya.

Sedangkan untuk tahapan cek kesehatan bisa dilakukan di puskesmas atau rumah sakit sesuai domisili JCH, (rls)