Laporan Pedagang ke PWI Metro, Keluhkan Soal Sampah

Metro–Jejakberita.id–Bertahun-tahun, pedagang di sekitar Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat dipungut biaya retribusi sampah ilegal.

Diungkapkan Supriyanto, pedagang setempat. Dia dan pedagang lain membayar retribusi sampah selama dua tahun lebih. Pembayaran retribusi tersebut tidak dilengkapi dengan tanda bukti lunas pembayaran retribusi sampah dari Pemkot Metro.

“Saya berdagang disitu sudah tiga tahunan. Selama dua tahun lebih itu saya rutin membayar retribusi sampah setiap bulannya. Tapi sudah tiga bulan ini, yang biasa angkut sampah limbah dagangan saya tidak lagi mau mengangkut sampah dagangan saya. Alasan mereka karena mobil angkutan sampah sudah kepenuhan. Makanya saya datang ke Kantor PWI Karena ada layanan aspirasi masyarakatnya. Siapa tahu bisa membantu mencarikan solusi untuk kami sebagian pedagang,” kata dia saat datang ke kantor PWI Kota Metro, Senin (19/04/2021).

Supriyanto yang datang bersama rekan pemilik lapak kelapa muda lainnya itu mengaku telah menyampaikan keluhan kepada petugas pemungut sampah, namun tidak pernah ditindaklanjuti.

“Dulu setiap bulan diminta enam puluh ribu rupiah. Tapi selalu saya kasih lebih, sebagai ucapan terimakasih. Karena tidak lagi diambil oleh pengangkut sampah, kami bingung mau buang kemana sampah limbah dagangan kami,” keluhnya.

Ia dan pedagang lainnya berharap keluhannya ke PWI Metro segera ditindaklanjuti ke Pemkot setempat. Mereka berharap, sampah dagangan mereka kembali diangkut oleh petugas sampah.

“Di sepanjang Jalan Sukarno-Hatta itu ada lima penjual dugan, dan empat lapak sampahnya tidak diangkut sama petugas. Kalau yang satu lapak itu, sampahnya di angkut sama pengangkut sampah swasta. Kami ingin menjadi masyarakat yang tertib dan saya selalu bayar kewajiban sampah. Karena kalau tidak diambil-ambil saya bingung harus buang sampahnya ke mana,” harapnya.

Menanggapi keluhan itu, Ketua PWI Kota Metro Rino Panduwinata menyampaikan terimakasih atas kepercayaan masyarakat terhadap PWI.

“Terimakasih atas kepercayaan masyarakat terhadap PWI, yang mengadukan persoalan yang ia alami terkait pelayanan pemerintah ke Layanan Aspirasi Masyarakat PWI Metro. Terkait warga yang datang mengadukan persoalan sampah yang tidak kunjung diangkut, akan kami tindaklanjut kepada dinas terkait. Sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat bisa menemukan solusinya,” kata Rino.

PWI mendorong Pemkot Metro melakukan evaluasi serta transparan dalam melakukan penarikan dan pengelolaan retribusi sampah.

“Tentunya ini menjadi PR pemerintah kota Metro untuk menampung setiap keluhan masyarakat khususnya soal pelayanan. Pemkot juga harus profesional dan terbuka dalam mengelola anggaran retribusi sampah. Jangan sampai masyarakat yang telah membayar tidak mendapatkan bukti pembayarannya. Yang pasti PWI berjanji akan menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat kota metro terkait pelayanan umum yang diselenggarakan oleh pemerintah,” imbuhnya. (**)