Pelaksanaan Pembangunan Islamic Center dan Wisata Religi

Mesuji–Jejakberita.id–Bupati mesuji beserta rombongan, jumat ( 27/02/22) melaksanakan peletakan pancang pertama dalam pelaksanaan pembangunan islamic center dan wisata religi di desa wira bangun kecamatan simpang pematang kabupaten mesuji.

Dalam acara tersebut di hadiri oleh Bupati mesuji, wakil bupati mesuji, sekertaris daerah mesuji, dandim 0426 tulang bawang, kapolres mesuji, ketua DPRD mesuji, kepala kejari menggala, Kadis perkim mesuji, serta porkopimda serta segenap tamu undangan.

Di awal pembukaan acara, kepala dinas perkim MURNI S.P, memberikan sambutan, dalam sambutannya ia menyampaikan saat ini pembangunan telah sampai dalam tahap infrastruktur, dan hari ini adalah peletakan tiang pancang pertama secara simbolis oleh bapak bupati mesuji SAPLY TH, kemudian ia mengutarakan ribuan maaf karena tidak dapat mengundang semua lapisan masyarakat, mengingat kita masih dalam masa pandemi covid 19 sehingga ada batasan tamu undangan. Pungkasnya

Kemudian sambutan selanjutnya yang sekaligus peresmian di sampaikan oleh bupati mesuji SAPLY TH, dalam sambutannya ia mengatakan bahwa pembangunan islamic center dan wisata religi ini di bangun di atas tanah seluas 92.128 M2, dengan anggaran Rp.73.499.918.000 yang bersumber dari APBD perubahan 2020, APBD 2021 dengan metode pengerjaannya multi years hingga bulan februari 2022, dalam pembangunan ini memiliki arti penting, hal ini relevan dengan kabupaten mesuji yang mempunyai arti daerah yang majemuk.

Lanjutnya, ada tiga harapannya dalam pembangunan wisata religi ini diantaranya, wisata religi ini dapat menjadi simbol keislaman di kabupaten mesuji, ke dua memiliki arti keislaman yang majemuk, dan yang terkhir dapat menjadi pendongkrak penghasilan asli daerah kabupaten mesuji serta masyarakat sekitar.

Dalam perancangan pembangunan ini sudah direncana begitu baik dengan desain yang begitu indah lantas jangan mengabaikan keramahan dan kearifan lokal, hormati nilai nilai lokal, hormati nilai agama dan nilai adat istiadat setempat,
Begitu melalui pengaturan yg baik sedemikian rupa, dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, kemudian wisata religi dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah serta berkembang seperti wisata religi yang ada di daerah lain.

Tidak lupa pula bupati mesuji berpesan kepada pihak pengembang, libatkan penduduk lokal dalam pengerjaan tersebut, sehingganya jangan sampai 10 atau 15 tahun kedepan tidak dapat menopang kesejahteraan penduduk sekitar, jelasnya (Ardi)